Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan Islam. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 Januari 2013

Jeritan Tangisan Iblis



Dalam Kitab Al Jami' Liahkam Al-Qur'an karya Imam Al Qurthubi dijelaskan bahwa ada 2 hal yang bisa menyebabkan iblis menangis dengan sekeras-kerasnya.

PERTAMA, Ketika diturunkannya Surat Al Fatihah, yang mana surat ini adalah surat yang paling afdhol di dalam Al-Qur'an. Jadi dimanapun dan kapanpun surat al fatihah dibaca, iblis laknatullah akan menjerit dan menangis.

KEDUA, Kelahiran Nabi Muhammad SAW, makhluk yang paling mulia sejagad raya. Karena berkat bimbingan Beliau, orang yang sudah memiliki dosa setumpuk gunung bisa terhapus dosanya hanya dengan mengucapkan syahadat saja.

Sebagai contoh saja, pada zaman Rasulullah SAW ada orang yang tua renta kisaran berumur 100 tahun lebih mengadu kepada Rasulullah SAW.

"Ya Rasulullah, apakah agamamu bisa menghapuskan dosa-dosa yang telah aku perbuat, yang mana dosaku setumpuk gunung, berzina, mabuk, berjudi dan sebagainya dan kalau dikumpulkan akan melebihi dosa orang yang paling banyak dosanya di muka bumi ini," kata orang tua itu.

"Bisa," jawab Rasulullah SAW

"Lalu apa yang harus aku lakukan?" tanya orang tua itu.

Kemudian Rasulullah SAW bersabda,
"Ucapkanlah Syahadat."

Kemudian orang tua itu pergi menuju rumahnya.

Selang 3 hari kemudian terdengar kabar kalau orang tua itu meninggal dunia dan Rasulullah SAW pun bersabda,

"Orang tersebut termasuk golongan orang yang masuk surga."

KETIGA, Ucapan salam.

Ternyata ucapan salam dari seorang mukmin pada mukmin lainnya bisa membuat iblis menangis dengan kerasnya.

Hal ini seperti yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas ra, Ibnu Abbas berkata, "Sesungguhnya iblis yang terkutuk itu akan menangis pada saat seorang mukmin bersalam dan dia (iblis) berkata, "Aduh, celakanya, kedua mukmin itu tidak akan berpisah melainkan akan diampuni dosa-dosanya."


Rasulullah SAW sendiri sangat menekankan ucapan salam bagi seorang mukmin sebelum perkataan lain diucapkan. Dalam hadits, Rasulullah SAW bersabda,

"Barangsiapa yang berbicara sebelum memberi salam, maka janganlah kamu jawab."

Hadits lainnya ada yang mengatakan. Rasulullah SAW bersabda,
"Orang yang berkendaraan hendaklah memberi salam kepada orang yang berjalan kaki, orang yang berjalan kaki hendaklah memberi salam kepada orang yang duduk, dan orang yang sedikit hendaklah memberi salam kepada orang yang banyak."

Itulah 3 hal yang bisa membuat iblis menangis denga keras. Sungguh sangatlah beruntung kita ini dengan lahirnya Nabi Muhammad SAW.

"Allahumma Sholli 'Alaa Muhammad..."

Senin, 22 Oktober 2012

JANGAN MOVE ON SETELAH SHALAT !!!


“Assalamu ‘alaikum warahmatullah …,” suara imam mengakhiti shalat. Begitu usai salam tidak sedikit yang langsung berebut keluar masjid. Ironisnya bukan Cuma anak-anak, banyak remaja maupun dewasa yang ikutan keluar. Kalau memang ada keperluan sebenarnya bisa dimaklumi. Namun banyak kejadian, mereka yang keluar ternyata hanya duduk-duduk di depan masjid.
Mereka melupakan amalan sunah yang sebenarnya sangat disayangkan kalau ditinggalkan. Bagaimana tuntunan Nabi Muhammad SAW. Selepas shalat?
Tuntunan Rasul SAW.
Jangan buruan pergi selepas salam! Masih ada aktivitas penting yang sangat bagus untuk dilakukan. Tidak lain adalah berzikir. Dzikir-dzikir apakah yang dicontohkan Rasulullah setelah shalat?

  1. 1.       Istighfar (Meminta Pengampunan
Dengan  megucapkan asstaghfirullah (Aku mohon ampunan kepada-Mu ya Allah) sebanyak tiga kali. Kemudian dilanjutkan dengan membaca
“Allahuma antas salam wa minkas salam tabarakta dzal jalali wal ikram”
“Ya Allah, Engkaulah Assalam (Yang maha tiada cacaat dan kekurangan dari segala sisi) dan keselamatanlah dari-Mu kebaikan-Mu sangat banyak Yang memiliki keagungan dan kemuliaan).” Tersebut dalam hadits riwayat Imam Muslim.

  1. 2.       Tahlil (membaca laa ilaaha illah)
Bacaan tahlil adalah sebagai berikut.
“Laa ilaha illa Allah wahdahu laa syarikalahu. Lahul mulku walahul hamdu wahuwa ‘ala kulli syai’in qadiir. Laa illa Allah. Wala na’budu illa iyyahu. Lahun ni’matu wa lahul fadhlu. Walahuts tsanaul hasan. Laa ilaha illa Allah mukhlisina lahud diin walau karihal kafirun.”
“(Tiada sesembahan yang hak kecuali Allah Yang Tunggal tiada sekutu bagi-Nya. Kerajaan dan pujian hanyalah milik-Nya, dan Dia berkuasa atas segala sesuatu. Tiada daya dan kekuatan kecuali dari Allah. Tiada sesembahan yang hak kecuali Allah. Dan kami tidak beribadat kecuali kepada-Nya. Nikmat dan keutamaan hanyalah milik-Nya. Begitu juga pujian yang bagus. Tiada sesembahan yang hak kecuali Allah, tetap memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam beragama walaupun kaum musyrikin begitu bencinya)”

  1. 3.       Bertasbih, tahmid dan takbir
Mengucapkan Subhanallah sebanyak 33 kali, dilanjutkan dengan membaca Allhamdullilah 33 kali dan Allahuakbar 33 kali. Kemudian digenapkan menjadi seratus dengan membaca :
Laa ilaha illa Allah wahdahu laa syarikalahu lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai qadiir

  1. 4.       Membaca almu’awwidzat,
Yakni surat An-Naas, Al-Falaq dan Al-Ikhlas

  1. 5.       Membaca ayat kursi
Bacaan inilah yang dicontohkan oleh rasulullah SAW. setelah shalat kawan-kawan. Sesuatu yang dicontohkan oleh rasulullah SAW. patut bagi kita untuk menirunya. Wassalamu’alaikum :*

Minggu, 14 Oktober 2012

Kurban

Bagi kaum muslimin yang sudah memiliki kemampuan dan kelebihan rezeki hendaklah melaksanakan kurban sebab kurban merupakan tanda ketaatan seorang hamba kepada Allah Swt.. Dalam hal ini, marilah kita bahas tentang ibadah kurban..

1. Pengertian Kurban
Kata kurban berasal dari bahasa Arab qaraba  yang berarti pendekatan diri atau mendekatkan diri. Kata kurban telah dijadikan istilah dalam syariat islam untuk pengertian penyembelihan binatang ternak yang memenuhi syarat tertentu dilaksanakan pada waktu tertentu, dengan niat ibadah guna mendekatkan diri kepada Allah Swt..

Kurban disebut juga udhiyyah, yaitu binatang yang disembelih pada hari raya iduladha dan tiga hari tasyrik (11, 12, 13 Dzulhijah), yang diniatkan semata-mata untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt.

Syariat kurban didasarkan atas perintah Allah Swt dalam surat Al-Kautsar Ayat 1 sampai dengan 3.
Dalam ayat lain juga disebutkan, yaitu dalam quran surat Al-Hajj: 34

2. Hukum dan Tujuan Kurban
Dalam menentukan hukum kurban terjadi perbedaan pendapat bahwa antara Imam Hanafi dan imam-imam yang lain. Menurut Imam Hanafi, bahwa menyembelih binatang kurban hukumnya wajib, kewajiban itu berlaku untuk  setiap tahun bagi orang yang bermukim atau bertempat tinggal menetap di sebuah kampung.
Pendapat ini didasarkan pada hadits Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Salam :
"Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Salam bersabda: "Barangsiapa yang memiliki kemampuan, tetapi tidak berkurban maka janganlah ia menghampiri tempat shalat kami." (HR. Ahmad dari Abu Hurairah)
Menurut imam yang lain, yaitu Imam Maliki, Imam Syafi'i, dan Imam Ibnu Hambal, hukum melaksanakan ibadah kurban bukan wajib, tetapi sunah muakad. Adapun tujuan berkurban adalah sebagai bukti dari ketakwaan dan keikhlasan seorang hamba untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Sabda Rasulullah :
"Sesungguhnya menyembelih kurban itu tidak wajib, tetapi sunah dari rasulullah saw." (HR. At-Tirmidzi)
3. Sejarah Singkat Kurban
Penyembelihan binatang kurban tidak bisa dipisahkan dengan sejarah diperintahkannya kurban, yaitu ketika Allah Swt. memerintahkan Nabi Ibrahim a.s. lewat mimpi pada malam kedelapan bulan Dzulhijah untuk menyembelih putranya Ismail a.s. Sebagai seorang yang taat kepada Allah Swt., Nabi Ibrahim menyampaikan hal itu kepada putranya. Sungguh luar biasa jawaban Ismail, ternyata dia melaksanakan perintah Allah, yakni melaksanakan mimpinya. Dalam Alquran persitiwa ini dikisahkan dalam surah Ash-Shafaat :102 -107. Nanti kawan-kawan bisa baca sendiri Oke ??? : *

4. Waktu Penyembelihan Binatang Kurban
Waktunya adalah pada tanggal 10 Dzulhijah (Hari raya idul adha) atau hari-hari Tasyrik (11,12,13 Dzulhijah). Penyembelihan di luar waktu itu hanyalah penyembelihan biasa, BUKAN KURBAN. Rasulullah Saw bersabda
"Barangsiapa yang menyembelih kurban sebelum salat idul adha, maka sesungguhnya ia menyembelih untuk dirinya sendiri dan barang siapa yang menyembelih kurban sesudah shalat idul adha dan dua khotbah, maka sesungguhnya ia telah menyempurnakan ibadahnya dan telah menjalankan aturan islam." (HR. Bukhari)
Dalam hadits lain Rasulullah Saw. bersabda :
"Semua hari tasyrik (tanggal 11, 12, 13 Dzulhijah) adalah (waktu) menyembelih kurban." (HR. Ahmad)
Yang dimaksud sesudah salat bukan berarti yang berkurban harus salat, melainkan waktu salat. Mengapa demikian? Karena melaksanakan salat iduladha bukan syarat penyembelihan kurban.

5. Syarat Binatang untuk Kurban
Jenis binatang kurban yang sah untuk kurban adalah jenis binatang ternak yang dipelihara atau diternakan untuk dimakan dagingnya dan dapat diperas susunya. Binatang ada empat jenis, yaitu kambing, domba, sapi, kerbau, dan unta. Binatang ternak yang dipergunakan untuk melaksanakan syarat kurban itu harus memenuhi dua syarat, yaitu cukup umur  dan tidak cacat.

 a. Cukup Umur Binatang Kurban
1.) Domba sekurang-kurangnya 1 tahun atau udah berganti gigi (musinah
2.) Kambing biasa sekurang-kurangnya berumur dua tahun.
3.) Sapi atau kerbau sekurang-kurangnya berumur dua tahun.
4.) Unta sekurang-kurangnya 5 tahun.

*Untuk dalilnya bisa di cari sendiri Oke ... !!

b. Cacat Binatang Kurban
Cacat binatang yang menyebabkan tidak sah dipergunakan untuk berkurban ada empat macam, yaitu sakit mata atau buta, sakit-sakitan atau tidak sehat, pincang kakinya, dan terlalu kurus. Ini diterangkan dalam hadits Rasulullah Saw. Bisa dicari sendiri ya.. karna kalau ditulis takut kepanjangan .. Wkwkwk

Ketentuan tersebut berkaitan dengan kandungan nutrisi dan gizi binatang. Pada tingkatan usia yang telah disebutkan, hewan tersebut kaya gizi. Dengan demikian, hewan kurban akan lebih bergizi, dagingnya tebal, dan cukup layak untuk dikonsumsi banyak orang serta dagingnya tidak membahayakan untuk dikonsumsi.

6. Ketentuan Jumlah Binatang Kurban
Sebagaimana pembayaran dam (denda) dalam ibadah haji, seekor kambing berlaku untuk satu orang, sedangkan sapi atau unta berlaku untuk tujuh orang. Dalam sebuah hadis Rasulullah Saw. Bersabda
"Dari Jabir Berkata : "Kami telah menyembelih kurban bersama-sama Rasulullah Saw. tahun Hudaibiyah, satu ekor unta untuk tujuh orang dan seekor sapi untuk tujuh orang." (HR. Muslim)

7. Cara Membagikan Binatang Kurban
Apabila kurban yang dilakukan adalah kurban nazar (yang hukumnya wajib) maka seluruh daging kurban wajib dibagikan kepada fakir miskin dan yang berkurban tidak boleh makan daging itu. Jika kurban adalah kurban sunah (kurban biasa) maka dagingnya dabat dibagi menjadi tiga bagian, yaitu:
a. 1/3 dari daging untuk yang berkurban dan keluarganya
b. 1/3 dari daging untuk disedekahkan kepada fakir miskin.
c. 1/3 dari daging diberikan kepada kerabat atau orang yang membutuhkan.

Ini tertera di dalam Al-Quran Surah Al-Hajj ayat 28.

OKE THANKS UDAH BACA ...

Sabtu, 15 September 2012

Bergesernya Arah Kiblat

Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh
Tentunya kita sudah tidak asing lagi dengan bencana alam yang satu ini. Sebagai negara yang terletak di  perbatasan 3 lempeng besar dunia, gempa bumi sudah akrab di telinga kita. Bahkan kita sendiri mungkin pernah merasakan apa itu dan bagaimana rasanya terkena gempa bumi. Di dalam artikel ini, saya menuliskan salah satu efek negatif dari gempa bumi, seperti yang tertera dalam judul artikel di atas, yaitu tentang kemungkinan terjadinya pergeseran arah kiblat dikarenakan gempa bumi yang terjadi di suatu wilayah.
Langsung pada pokok permasalahan, saya akan menerangkan bagaimana terjadinya gempa bumi itu. Gempa bumi terjadi karena pergerakan tanah yang disebabkan oleh tenaga hasil gerakan lempeng bumi (tektonik), maupun aktivitas gunung api (vulkanik). Namun, khusus dalam artikel ini, yang bisa menyebabkan pergeseran arah kiblat adalah gempa bumi akibat tenaga tektonik. Karena, gempa bumi akibat tenaga tektonik menyebabkan perubahan bentuk (deformasi)  relief muka bumi secara signifikan. Bentuk akhir dari gempa bumi tektonik bisa beraneka ragam, bisa berupa patahan, lipatan, maupun ngarai/jurang.           
Masalah terjadi ketika sebuah masjid terletak di daerah sekitar patahan atau lipatan. Tentu Anda berpikir, bagaimana bisa sebuah bangunan bisa tetap bertahan di daerah seperti itu. Namun, jika kita berbicara tentang kemungkinan / probabilitas, tentu ada kemungkinan bangunan itu tetap bertahan. Sebagai contoh Masjid Baiturrahman di Bandar Aceh yang masih tegak berdiri meski terkena tsunami. Untuk daerah lipatan, peluang bangunan untuk bertahan sedikit. Tetapi, untuk daerah patahan, apalagi patahan transform / bergeser, peluang cukup tinggi dan justru inilah yang bisa menyebabkan perubahan arah kiblat.
Mungkin diantara Anda masih bingung dengan hubungan patahan dengan pergeseran arah kiblat. Oke akan saya jelaskan lagi. Kita perumpamakan Ka’bah dengan mercusuar, masjid dengan sebuah perahu, dan tenaga tektonik dengan tenaga ombak. Coba Anda bayangkan, Anda naik di perahu itu di tengah lautan dan mercusuar berada di sisi kiri Anda membetuk sudut 90⁰. Tiba-tiba datang ombak dari belakang Anda dan membuat perahu Anda bergerak ke depan sejauh 10 meter. Jika Anda melihat ke kiri lagi, tentu posisi mercusuar tidak lagi tepat 90⁰, namun akan bergeser beberapa derajat tergantung jarak mercusuar dengan  perahu yang Anda tumpangi.
Berikut ilustrasinya menggunakan gambar 

  
Kurang lebihnya seperti inilah ilustrasinya. Well, mungkin perubahan arahnya tidak seekstrim ilustrasi di atas, namun biarpun itu “cuma” beberapa derajat, jika dikonversi ke dalam satuan kilometer akan melenceng cukup jauh dari Ka’bah. Berikut perhitungannya. Oh iya, keliling bumi (khatulistiwa) menurut om  Wikipedia = 40.075,02 km
Misalkan kita sholat melenceng 5o saja kearah kanan, jika dihitung maka :










 





5/360° x 40.750,02 = 556,5975 km -> kemelencengan total jika dihitung menurut keliling bumi. Lalu dengan rumus seperti ini :
X/556,5975 = 8.526,316 / 40.075,02
Kita akan mendapatkan hasil = 118,421 km.
Wow banget sodara-sodaraaaa! Hanya dengan sudut kemelencengan 5o, jika dihitung ternyata sudah melebihi jarak Semarang - Solo (±96 km). Padahal kalo diitungitung pake busur, 5o itu kecil banget kan ya. Karena itulah, kita seharusnya melakukan pengukuran arah kiblat di setiap masjid disekitar kita. Caranya? Kita bisa meminta bantuan orang / ormas / lembaga yang sudah berkompeten. Hal ini sangat penting karena sholat adalah ibadah wajib yang paling sering dilaksanakan. Coba bayangin deh kalo ternyata sholat kamu itu melenceng..... Tapii, ini kenapa malah penulis yang takut yah? -______-“

WRITER
NAMA                  = YOGI MUHAMMAD ANDARIWAN
KELAS                   = Masih bungung gitu diacak apak enggak, kalo enggak ya XII IPA 5 kalo emang jadi diacak
SEKOLAH             = SMAN 1 SALATIGA
Maaf, penulis tidak menyertakan foto tidak  karena penulis tidak nyaman dengan POPULARITAS. Tapi kalo ga pengen populer kenapa data dirinya lengkap ya? Ah ga tau ah... namanya juga ABG, masih labil-labil gimana gitu. Harap maklum pembaca.
Santen gulane klapa, cekap semanten atur kula. Wassalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh. Semoga bermanfaat. Yang penting hepiiiiiiii…. J
                                                                                                                           Salatiga.30Juli2012.14:20

Selasa, 23 November 2010

Sesungguhnya Agama di Sisi Allah adalah Islam

Abu al-Qasim ath-Thabrani meriwayatkan dalam Mu'jam al-Kabir dengan sanadnya dari Ghalib al-Qathan, dia berkata, "Saya datang ke Kufah untuk urusan dagang. Saya menginap dengan A'masy. Pada malam hari, tatkala saya hendak turun, A'masy pun bangkit kemudian shalat malam. Dia membaca ayat dan sampai pada `Allah mempersaksikan' hingga ayat `sesungguhnya agama pada sisi Allah ialah Islam'.

Kemudian dia mengatakan, `Aku pun bersaksi dengan apa yang dipersaksikan Allah. Aku ingin menitipkan kesaksian ini kepada Allah. Juga aku menitipkan
kesaksianku pada sisi Allah bahwa sesungguhnya agama pada sisi Allah ialah Islam sebagai suatu titipan.' A'masy mengatakan hal itu beberapa kali. Saya berkata, `Sungguh aku mendengar sesuatu dalam ayat ini.'

Ketika pagi tiba, saya menemuinya dan berkata, `Hai Abu Muhammad, saya mendengar Anda mengulang-ulang ayat itu.'

A'masy berkata, `Bukankah kandungannya telah disampaikan kepadamu?
Saya menjawab, `Sudah sebulan saya bersama Anda, namun Anda belum memberitahukannya kepadaku.'
A'masy berkata, `Demi Allah, aku tidak akan menceritakannya kepadamu sebelum satu tahun.
' Maka aku pun tinggal bersamanya selama satu tahun. Setelah satu tahun berlalu, maka saya bertanya, `Hai Abu Muhammad, setahun telah berlalu.'

A'masy berkata, `Abu Wa'il telah menceritakan kepadaku dari Abdullah, dia berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, `Pada hari kiamat akan ditampilkan pemilik titipan ayat itu, lalu Allah Azza wa Jalla berkata, `Hamba-Ku telah berjanji kepada-Ku, dan Aku adalah yang paling berhak memenuhi janji itu. Masuklah ke dalam surga.'"

Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Sesungguhnya agama (yang diridai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barang siapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya. (Ali-'Imran:18-19)